Posts

Tak Sama

Aku kira kita akan selalu menjadi kita Aku kira aku milikmu selamanya dan aku kira, Aku dapat mewujudkan itu semua Aku berusaha agar selalu dapat menggenggam tanganmu Berusaha agar tak melepaskannya Namun kau mulai menarik tanganmu perlahan Tanpa aku sadar, genggaman itu mulai melemah Dan kamu memutuskan untuk membahagiakan dirimu tanpa aku Kita sudah berada pada jalannya masing-masing Kamu sudah memiliki duniamu sendiri So do I. Aku juga bisa tertawa bahagia tanpamu Aku akui itu Namun, Semua orang pasti tau ini Kamu bisa kedinginan ketika tubuhmu basah akan air hujan,  Dan suhu tubuhmu mau tidak mau akan berproses cukup lama untuk kembali normal Ya, seperti itu Cukup lama mengembalikan hati agar pulih kembali

Bodoh

Saya tahu, menaruh hati pada sosok semacam kamu hasilnya sama saja Menyakiti diri sendiri Yang kamu lakukan kepada saya dengan mudahnya, sudah pasti dapat kamu terapkan kepada orang lain juga Ya itu bodohnya saya. Selalu jatuh ke orang-orang macam kamu Kalo tidak berani tanggung jawab, jangan membuat saya jatuh hati.

Kedua

Kamu tau? Bahwa menjadi yang pertama akan menjadi kenangan yang tak ternilai harganya Bagaimana tidak? Bagaimana caramu memanggilku Bagaimana kau tawarkan senyum manismu itu Sebuah rasa yang mengatakan "aku punyamu!" Sebuah rasa bahwa "kau boleh bergantung padaku sekarang" Kamu bilang saat itu "kalau sudah selesai bilang saja. nanti aku akan menjemputmu" "kabari nanti kalau sudah sampai" "gak usah gini, aku ga suka" Yaa Aku tak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku sangat senang aku sangat bahagia egois rasanya bahwa aku manusia paling bahagia disini kamu ceroboh, kamu ga dewasa, kamu labil, tapi aku suka.

Lembar Pertama

tau apa yang bikin aku bahagia? sapaan 'hai' mu saja sangat meneduhkan obrolan kecil saat kau menggoncengku begitu menghangatkan dan tau apa yang paling penting? pertemuan ini sangat berarti bagiku benar kata ayah Pidi Baiq LDR ini hanya sebatas singkatan tak usah jadikan beban aku baru tahu bahwa dengan adanya jarak membuatku sangat menghargai di tiap pertemuan, akan ada rasa yang tak biasa rasa yang tidak akan dirasaka, bagi mereka yang tak sanggup dengan adanya jarak